Berita

National Open Karate Championship Bupati Cup 5 Diikuti 1.700 Atlet
Blog Single

National Open Karate Championship Bupati Cup 5 Diikuti 1.700 Atlet

LOMBOK TENGAH — Sebanyak 1.700 atlet ambil bagian dalam National Open Karate Championship Bupati Cup 5 Tahun 2026 yang digelar di GOR Lombok Tengah, Selasa (6/10/2026).


Kejuaraan dibuka Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP. Turut hadir Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., unsur Forkopimda, Ketua Umum PORKI NTB, Direktur IPDN Kampus NTB, anggota MPL dan Dewan Wasit PB PORKI, kepala OPD, direktur BUMD, para camat, Majelis Sabuk Hitam, serta keluarga besar karate.


Ketua Panitia Qori Atmaja, S.E., M.M., mengatakan, sebanyak 1.700 peserta mengikuti dua kategori pertandingan, yakni open dan festival.


Kategori open menjadi ajang bagi atlet untuk menguji kemampuan dan mengejar prestasi, sedangkan kategori festival diarahkan sebagai sarana pembinaan atlet usia dini dan pemula, terutama dalam membangun keberanian, mental bertanding, dan pengalaman berkompetisi.

Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri mengatakan, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga bagian dari pembinaan generasi muda melalui olahraga.

Menurut Pathul, para atlet yang rata-rata berusia 10 hingga 14 tahun merupakan generasi yang kelak akan mengambil peran penting dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

“Anak-anak ini akan menjadi generasi emas di 20 tahun yang akan datang. Mereka inilah yang akan mengisi pembangunan di NTB dan tentunya akan menjadi orang-orang hebat nantinya,” ujar Pathul.


Ia juga mengapresiasi para pelatih yang selama ini mendampingi dan membina atlet. Pembinaan tersebut dinilai penting karena olahraga karate tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga membentuk disiplin, mental, dan karakter generasi muda.

Para atlet diharapkan bertanding dengan semangat, percaya diri, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Prestasi tidak semata-mata diukur dari medali yang diraih, tetapi juga dari kemampuan menghargai lawan, menaati aturan, serta menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk terus berkembang.

Related Posts: