Pemberdayaan Perempuan Diperkuat, Dorong Kemandirian Keluarga di Lombok Tengah
LOMBOK TENGAH – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus memperkuat pemberdayaan perempuan hingga tingkat desa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Lokakarya Penguatan Sistem Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Menuju Indonesia Emas yang digelar di Aula Kantor Camat Batukliang Utara, Senin (5/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Tengah Hj. Baiq Nurul Aini Pathul Bahri bersama jajaran pengurus, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Lombok Tengah H. Kusriadi, S.KM., M.Kes., serta Plt. Camat Batukliang Utara Suhartono, S.IP.

Lokakarya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian perempuan agar memiliki peran yang semakin kuat dalam keluarga maupun kehidupan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.

Penguatan kapasitas perempuan diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Perempuan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai dapat mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, mendukung pendidikan anak, memahami perlindungan perempuan dan anak, serta berpartisipasi dalam pembangunan di lingkungan desa.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur hingga tingkat desa. Selain Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Tengah beserta pengurus, hadir Ketua TP PKK Kecamatan Batukliang Utara, Camat Batukliang Utara, Tim Serikat PEKA Lombok Tengah, Tim Mentor Paralegal PEKA Lombok Tengah, Tim Mentor Ekonomi Berkeadilan Lombok Tengah, serta Fasilitator Daerah Akademi Paradigta Indonesia.
Perangkat desa dan Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Batukliang Utara juga dilibatkan. Keterlibatan pemerintah desa dinilai penting karena desa menjadi salah satu lingkungan terdekat dalam mendorong perempuan mendapatkan akses pendidikan, pendampingan, penguatan ekonomi, serta pemahaman mengenai hak dan perlindungan perempuan.

Melalui kolaborasi pemerintah, TP PKK, organisasi perempuan, pendamping, dan pemerintah desa, pemberdayaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan lokakarya. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dan diteruskan kepada perempuan lainnya di lingkungan masing-masing.
Dengan semakin banyak perempuan yang berdaya dan mandiri, ketahanan keluarga diharapkan semakin kuat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perempuan, tetapi juga anak-anak dan masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan keluarga, pendidikan yang lebih baik, serta lingkungan sosial yang lebih produktif.
Penguatan perempuan dari tingkat keluarga dan desa tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.






