Berita

Puluhan Kader di Wilayah Kerja Puskesmas Bagu Dibekali 25 Keterampilan Dasar Posyandu
Blog Single

Puluhan Kader di Wilayah Kerja Puskesmas Bagu Dibekali 25 Keterampilan Dasar Posyandu

LOMBOK TENGAH – Sebanyak 60 peserta mengikuti Pelatihan Keterampilan Dasar Kader Posyandu yang berlangsung pada 1–3 Oktober 2026 di wilayah kerja Puskesmas Bagu, Kabupaten Lombok Tengah.

Pelatihan dilaksanakan oleh para fasilitator Tim INEY Fase II Poltekkes Kemenkes Mataram bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah dan Puskesmas Bagu.


Kegiatan diawali dengan sambutan dari Irianto, SKM, M.Kes., selaku Fasilitator Nasional Pelatihan Keterampilan Dasar Kader Posyandu. Dalam sambutannya, Irianto menyampaikan bahwa kader merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan kader perlu terus ditingkatkan, salah satunya melalui pelatihan.

Ia menjelaskan, peserta saat ini masih berada pada jenjang kader purwa. Setelah mengikuti dan dinyatakan lulus pelatihan, para kader diharapkan dapat meningkatkan kompetensinya menuju jenjang kader utama.

Selanjutnya, Kepala Puskesmas Bagu, dr. Hj. Lale Yufila Apriyanti, memberikan sambutan sekaligus membuka pelatihan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Tim INEY Fase II Poltekkes Kemenkes Mataram atas pendampingan dan pelatihan yang diberikan kepada para kader di wilayah kerja Puskesmas Bagu. Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut hasil advokasi Tim INEY Fase II bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah dan mendapat dukungan penuh dari Puskesmas Bagu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader serta meningkatkan mutu pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).


Peserta terdiri atas 54 kader Posyandu dari lima desa, yakni Desa Bagu, Desa Menemeng, Desa Sintung, Desa Bilebante, dan Desa Sisik, serta enam tenaga kesehatan Puskesmas Bagu. Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, peserta dibagi menjadi dua kelas.

Selama pelatihan, peserta dibekali materi mengenai 25 keterampilan dasar kader Posyandu. Penguasaan keterampilan tersebut diharapkan dapat mendukung kader dalam menyediakan layanan bagi seluruh sasaran sepanjang siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bersalin, dan nifas; bayi; balita; anak prasekolah; anak usia sekolah dan remaja; kelompok usia produktif; hingga lanjut usia.

Pelatihan dikemas secara interaktif dan menyenangkan melalui penyampaian materi yang ringkas, praktis, dan mudah dipahami. Pada hari pertama dan kedua, peserta mengikuti pembelajaran di kelas dan praktik keterampilan. Materi yang diperoleh kemudian diterapkan dalam berbagai simulasi pelayanan Posyandu ILP.


Memasuki hari ketiga, peserta mengikuti praktik kerja lapangan di dua Posyandu terpilih, yaitu Posyandu Mekar Sari dan Posyandu Anggrek. Praktik lapangan dilaksanakan melalui simulasi lima langkah pelayanan Posyandu ILP pada kelompok sasaran bayi, balita, remaja, ibu hamil, dan lanjut usia. Setiap kelompok melibatkan lima orang sasaran.

Langkah pertama adalah pendaftaran peserta dan pengisian data yang memuat identitas serta riwayat kesehatan. Langkah kedua berupa penimbangan dan pengukuran, meliputi berat badan, tinggi badan, tekanan darah, lingkar kepala pada balita, serta pengukuran lain sesuai kebutuhan sasaran.

Langkah ketiga mencakup pencatatan hasil pengukuran dan pemeriksaan kesehatan, termasuk skrining serta konsultasi sesuai kondisi peserta. Langkah keempat adalah pemberian pelayanan oleh tenaga kesehatan, seperti imunisasi, pemberian vitamin, pemeriksaan kesehatan, dan pelayanan lain sesuai kebutuhan.

Pada langkah kelima, kader memberikan penyuluhan mengenai gizi, kesehatan reproduksi, keluarga berencana, pola hidup sehat, serta informasi kesehatan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok sasaran.

Melalui praktik lapangan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk menerapkan secara langsung pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari di kelas. Mereka juga dilatih memberikan pelayanan secara tertib, melakukan pencatatan dengan benar, menyampaikan edukasi, mengenali masalah kesehatan sejak dini, serta berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dalam menentukan tindak lanjut.

Di akhir rangkaian pelatihan, peserta dibekali keterampilan menyusun menu dan mengikuti demonstrasi pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal. Menu yang diperkenalkan adalah Bakso IKAWO, berbahan ikan dan wortel, serta Nugget TKA, berbahan tempe, kelor, dan ayam. Kedua menu tersebut merupakan hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dosen Poltekkes Kemenkes Mataram.

Para peserta terlihat aktif dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pembelajaran di kelas, praktik keterampilan, simulasi pelayanan, dan demonstrasi PMT lokal menjadi ruang bagi kader untuk meningkatkan kemampuan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Posyandu.

Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan semakin terampil dan percaya diri dalam menyediakan pelayanan Posyandu yang terintegrasi bagi seluruh sasaran sepanjang siklus kehidupan. Peningkatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam memperluas akses serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Bagu.

Related Posts: