Program BESTI Dievaluasi, Pemkab Lombok Tengah Dorong Pendampingan hingga Panen
LOMBOK TENGAH, 30 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengevaluasi pelaksanaan program Bersama Siswa Tanam Cabai Atasi Inflasi (BESTI), Rabu (30/9/2026). Evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan dan kendala yang dihadapi tanaman cabai di sekolah setelah diluncurkan pada 1 Agustus 2026 lalu..
Rapat evaluasi berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Lombok Tengah dan dipimpin Wakil Bupati Lombok Tengah. Hadir dalam rapat tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta perwakilan kepala sekolah SMP melalui subrayon masing-masing kecamatan.
Program ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan tanaman cabai, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa mengenai budidaya pertanian, pemanfaatan lahan pekarangan sekolah, penguatan ketahanan pangan, serta upaya pengendalian inflasi.
Selain itu, gerakan menanam diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan melalui kegiatan yang bersifat praktis dan berkelanjutan.
Dalam rapat evaluasi ini, pemerintah daerah membahas perkembangan tanaman cabai di masing-masing sekolah, termasuk kendala yang dihadapi selama proses budidaya.
Secara umum, pertumbuhan tanaman cabai dinilai cukup baik. Namun, sejumlah sekolah masih menghadapi persoalan berupa tanaman yang mati maupun pertumbuhan yang belum normal.
Pemerintah daerah juga mulai memetakan waktu panen dan pemanfaatan hasil produksi. Hal ini penting karena keberhasilan BESTI tidak hanya diukur dari keberhasilan menanam, tetapi juga dari kemampuan program menghasilkan produksi yang dapat dimanfaatkan dan, jika memungkinkan, ikut menjaga ketersediaan cabai di pasar.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah dampak program terhadap harga cabai ketika memasuki masa panen. Pemerintah ingin mengetahui sejauh mana produksi dari sekolah-sekolah tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pengendalian harga komoditas yang kerap memengaruhi inflasi.
Wakil Bupati Lombok Tengah Nursiah mengapresiasi laporan dari masing-masing subrayon terkait perkembangan program BESTI.
"Alhamdulillah perkembangannya cukup bagus. Kami minta Dinas Pertanian untuk terus mendampingi agar kegiatan BESTI ini bisa berhasil sesuai yang diharapkan, dan pada bulan Oktober nanti akan kita lakukan evaluasi berikutnya pasca panen" kata Nursiah.
Pendampingan diperlukan untuk memastikan tanaman cabai yang telah ditanam dapat tumbuh optimal hingga masa panen. Pendampingan juga diharapkan dapat membantu sekolah mengatasi berbagai kendala teknis dalam proses budidaya.
Evaluasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan tujuan awal BESTI dapat tercapai, mulai dari memberikan edukasi budidaya cabai kepada siswa, mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan sekolah, memperkuat ketahanan pangan, hingga mendukung pengendalian inflasi dan membangun karakter peduli lingkungan.







