Pasar Murah Serentak di Lombok Tengah Diserbu Warga, MinyaKita 540 Liter Ludes
PRAYA — Pasar Murah Serentak yang digelar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Sejak dibuka di Alun-alun Tastura, Praya, Jumat (21/8/2026), sejumlah kebutuhan pokok langsung diburu warga.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Pasar murah dilaksanakan serentak di 10 kabupaten/kota se-NTB sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
Pembukaan dilakukan secara virtual oleh Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP., dari Bima. Dalam sambutannya, Indah mengatakan pasar murah menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Semoga kegiatan yang dilakukan di 10 kabupaten/kota ini dapat memberi manfaat kepada masyarakat dan merupakan bukti pemerintah hadir dalam semua bentuk permasalahan yang dihadapi masyarakat. Semoga di setiap pelosok desa tidak terjadi kelangkaan,” ujar Indah.

Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan dimulai sekitar pukul 14.00 WITA. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Lombok Tengah, Drs. Lalu Rinjani, M.Si., mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa pasar murah masih sangat dibutuhkan.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. MinyaKita sebanyak 540 liter langsung habis,” kata Rinjani.
Sejumlah komoditas kebutuhan pokok turut ditawarkan dengan harga terjangkau. Berdasarkan daftar harga Bulog Agustus 2026, MinyaKita kemasan 900 mililiter dijual Rp15.700, gula Manis Kita kemasan 1 kilogram Rp19.000, serta beras SPHP kemasan 5 kilogram Rp58.000. Selain itu, tersedia beras premium Befood Setra Ramos kemasan 5 kilogram seharga Rp74.500.

Kehadiran pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat.

Pemerintah daerah menegaskan kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi upaya pengendalian harga, tetapi juga bentuk pelayanan langsung agar kebutuhan pokok tetap tersedia dan dapat dijangkau masyarakat.
Pasar murah bergerak, masyarakat terbantu. Pemerintah hadir menjaga pangan tetap tersedia dan terjangkau.
#PasarMurahSerentak







