Lombok Tengah Gelar Rembuk Stunting 2026, Sinkronkan Program hingga Tingkat Desa
LOMBOK TENGAH — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggelar Rembuk Stunting Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2026 di Ruang Rapat Bupati Lantai 5 Puspem Kantor Bupati Lombok Tengah, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum penyelarasan hasil rembuk stunting dari tingkat kecamatan sebagai bahan penyusunan program prioritas daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. Muhammad Nursiah, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Bapperida Lalu Wiranata, Kepala Dinas P3AP2KB H. Kusriadi, Kepala Bidang AP2M Bapperida Sri Mulyana Widiastuti, Kepala Dinas Kesehatan dr. Mamang Bagiansyah, serta kepala OPD terkait, kepala puskesmas, camat, dan koordinator KB se-Lombok Tengah.
Kepala Dinas P3AP2KB Lombok Tengah, H. Kusriadi, mengatakan rembuk stunting kabupaten merupakan tindak lanjut dari rembuk stunting yang telah dilaksanakan di seluruh kecamatan.
“Kegiatan ini adalah hasil rembuk stunting di kecamatan yang telah dilaksanakan di masing-masing kecamatan untuk dibawa ke rembuk stunting kabupaten sebagai bahan Musrenbang kabupaten selanjutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Muhammad Nursiah menegaskan penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu dan menyentuh langsung masyarakat. Ia mencontohkan wilayah Wajageseng yang kini menjadi percontohan program pencegahan stunting dan penurunan kemiskinan melalui dukungan sektor pertanian.
“Wilayah Wajageseng sudah menjadi percontohan untuk program langsung cegah stunting dan penurunan kemiskinan dengan pemberian dan pembuatan tiga kandang ayam oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah,” katanya.
.jpeg)
Di sisi lain, Sri Mulyana Widiastuti menyampaikan bahwa hasil kinerja percepatan penurunan stunting juga akan dipantau melalui aplikasi Bangda Stunting. Ia menegaskan target penginputan program harus rampung pada April 2026.
Selain itu, rembuk stunting tingkat desa yang telah dilaksanakan pada 2025 akan kembali digelar pada Juni 2026 dengan penguatan kolaborasi antara kecamatan dan OPD terkait.
Melalui forum ini, Pemkab Lombok Tengah berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan terintegrasi dari tingkat desa hingga kabupaten.
.jpeg)








