Berita

HUT ke-81 Lombok Tengah, Gubernur NTB: Dulu Jadi Penonton, Kini Pelaku Pembangunan
Blog Single

HUT ke-81 Lombok Tengah, Gubernur NTB: Dulu Jadi Penonton, Kini Pelaku Pembangunan

LOMBOK TENGAH — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa Kabupaten Lombok Tengah telah mengalami perubahan besar dalam perjalanan pembangunannya. Daerah yang dahulu menghadapi berbagai keterbatasan kini berkembang menjadi salah satu kawasan strategis dan pusat pertumbuhan ekonomi di NTB.

Hal itu disampaikan Gubernur saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kabupaten Lombok Tengah di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis (15/10/2026).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Kerja Nyata, Wujudkan Masmirah”, sebagai semangat melanjutkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Upacara berlangsung khidmat dengan Gubernur NTB bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, Camat Praya, Lalu Balya Wiranegara, S.STP., M.AP., dipercaya sebagai komandan upacara.



Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP., Wakil Bupati Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah H. Lalu Firman Wijaya, ST., MT., para bupati dan wakil bupati se-NTB, pimpinan DPRD Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta jajaran ASN Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam amanatnya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat mengenang perjalanan panjang Lombok Tengah yang telah melewati berbagai tantangan.

Ia mengingatkan bahwa pada dekade 1960 hingga 1970-an, sebagian wilayah Lombok Tengah mengalami kekeringan berkepanjangan, gagal panen, dan paceklik. Pada 1977, wilayah pesisir selatan diterjang tsunami yang menyebabkan ratusan warga meninggal dunia atau hilang. Daerah ini kembali menghadapi ujian saat gempa bumi mengguncang Lombok pada 2018.

Menurut Iqbal, kemampuan masyarakat bertahan menghadapi berbagai peristiwa tersebut menjadi bukti ketangguhan dan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

“Pasti ada rencana Allah di balik kebertahanan ini, yaitu agar kita terus merawat dan menjaga daerah ini dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyatnya,” ujar Gubernur.

Lombok Tengah Kini Menjadi Pusat Pertumbuhan Baru

Gubernur menilai wajah Lombok Tengah saat ini telah jauh berubah dibandingkan beberapa dekade sebelumnya.

Keberadaan Bandara Internasional Lombok sebagai pintu masuk utama NTB, Politeknik Pariwisata Lombok, institusi pendidikan pemerintahan, serta Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika telah memperkuat posisi Lombok Tengah sebagai pusat pertumbuhan baru, tidak hanya bagi NTB, tetapi juga kawasan Indonesia bagian timur.

Ia menyebut perubahan tersebut turut membuka kesempatan bagi masyarakat Lombok Tengah untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan.

“Dulu Loteng itu duduk heran melihat pembangunan. Sekarang Loteng itu sendiri yang membangun. Dulu putra-putri Loteng cuma jadi penonton pembangunan NTB, sekarang sudah jadi pelaku. Bahkan sudah dipercaya memimpin pembangunan,” tegasnya.

Menurut Gubernur, kemajuan Lombok Tengah kini semakin terlihat melalui perkembangan investasi, pembangunan infrastruktur, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun, ia mengingatkan agar keberhasilan pembangunan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, melainkan menjangkau seluruh wilayah dan lapisan masyarakat.

“Pembangunan harus rata, dari selatan sampai utara. Dari pengusaha besar sampai pengusaha kecil, mikro dan ultra mikro. Harus dirasakan sekarang dan oleh anak cucu kita nanti. Makanya harus lestari,” pesannya.

Mandalika Membawa Standar Baru bagi Lombok Tengah

Dalam amanatnya, Gubernur memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan kawasan Mandalika yang kini menjadi salah satu destinasi pariwisata dan penyelenggaraan kegiatan internasional.

Menurutnya, kehadiran Mandalika bukan sekadar menghadirkan wisatawan dan investasi, tetapi juga menuntut perubahan cara kerja pemerintah serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Mandalika itu bukan cuma untuk meramaikan. Dia datang membawa standar baru. Yang dulu cukup pakai standar lokal, sekarang harus standar nasional, standar internasional. Tantangan kita di pemerintah adalah itu,” ujarnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan seluruh masyarakat yang telah mendukung kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika pada awal Oktober lalu.

Meski demikian, ia menekankan bahwa kualitas pelayanan dan kesiapan daerah tidak boleh hanya ditunjukkan ketika berlangsung ajang internasional.

“Kita tidak mau hebat cuma tiga hari saat MotoGP saja. Kita harus hebat sepanjang tahun. Cara kerja kita harus berubah,” katanya.

Menurutnya, keberadaan Mandalika harus menjadi pendorong peningkatan standar pelayanan, profesionalisme, dan daya saing daerah secara berkelanjutan.

Pemprov NTB Siap Terus Dukung Pembangunan Lombok Tengah

Gubernur menegaskan bahwa Lombok Tengah memiliki posisi strategis dalam pembangunan NTB. Karena itu, perkembangan daerah tersebut akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemajuan provinsi secara keseluruhan.

Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan usaha kecil, dan keberlanjutan lingkungan.

Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, akan terus memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk mendukung berbagai program pembangunan.

“Karena itu Pemprov akan terus gandeng tangan, kasih dukungan terbaik untuk kemajuan Loteng,” ungkapnya.

Menutup amanatnya, Gubernur menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-81 Kabupaten Lombok Tengah sekaligus mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan daerah tersebut.

“Dirgahayu Kabupaten Lombok Tengah yang ke-81. Kerja Nyata, Wujudkan Masmirah. Daerah ini adalah tempat yang spesial bagi saya. Setiap kali saya kembali ke sini, saya merasa seperti anak kecil yang pulang ke rumahnya sendiri,” tuturnya.

HUT ke-81 Jadi Momentum Memperkuat Kebersamaan

Peringatan HUT ke-81 Kabupaten Lombok Tengah merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya.



Salah satunya adalah Kirab Budaya yang digelar pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan tersebut dilepas langsung oleh Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri dari Pendopo Bupati di Kota Praya dan menampilkan beragam kesenian serta tradisi budaya dari kecamatan se-Kabupaten Lombok Tengah.

Kirab budaya tersebut menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya sekaligus menggambarkan keberagaman dan kekayaan tradisi masyarakat Lombok Tengah.

Sementara itu, rangkaian upacara HUT ke-81 pada Kamis (15/10/2026) ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangka memperingati hari jadi daerah.

Melalui tema “Kerja Nyata, Wujudkan Masmirah”, peringatan HUT ke-81 diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam melanjutkan pembangunan yang merata, berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah.

#HUTLombokTengah81 #KerjaNyataWujudkanMasmirah #LombokTengah #NTB #lotengmasmirah

Related Posts: