Berita

Safari Ramadhan Pujut: Santunan Yatim, Layanan Lebih Dekat, dan Komitmen Pemekaran Kecamatan
Blog Single

Safari Ramadhan Pujut: Santunan Yatim, Layanan Lebih Dekat, dan Komitmen Pemekaran Kecamatan

PUJUT – Safari Ramadhan 1447 H malam ketiga Tim B Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang dipimpin Wakil Bupati Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si berlangsung di Masjid Raudatul Maujud, Sengkol, Selasa (24/2/2026), dengan menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat melalui santunan anak yatim, penguatan layanan publik, serta penyampaian arah kebijakan pembangunan daerah.


Kegiatan diawali dengan penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Ketua dan anggota DPRD Lombok Tengah dapil Pujut, Kepala Perangkat Daerah, Pimpinan BUMN dan BUMD, Kepala Desa beserta Perangkat, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Pemuda.


Pelaksana Tugas Camat Pujut Lalu Putrangsa Wijaya, S.Adm., menyampaikan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang silaturahmi berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, dan Desa dalam satu langkah menuju tujuan pembangunan daerah. Ia menegaskan hubungan tersebut tidak hanya terjalin saat Ramadhan, tetapi terus dijaga dalam pelayanan sehari-hari kepada Masyarakat.


Ia juga menginformasikan kondisi cuaca yang menyebabkan sebagian desa terdampak banjir dan tanah longsor, sehingga beberapa Kepala Desa tidak dapat hadir karena fokus pada penanganan warga terdampak.

Wakil Bupati Lombok Tengah dalam arahannya mengajak masyarakat bersyukur atas kesehatan dan kesempatan menjalankan ibadah Ramadhan. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di masjid berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang terpusat di kantor camat yang merupakan upaya mendekatkan layanan dan komunikasi langsung dengan warga.


Dalam konteks pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menilai Kecamatan Pujut layak dipertimbangkan untuk pemekaran wilayah karena jumlah Desa yang telah mencapai 18 dan berpotensi menjadi 20 Desa. Pemekaran dinilai akan memperpendek rentang kendali pemerintahan, mempercepat pelayanan administrasi, serta meningkatkan efektivitas pembangunan di tingkat Desa.

Selain itu, sektor pariwisata Pujut, khususnya kawasan Kuta Mandalika, disebut memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi Lombok Tengah yang mencapai 13,8 persen lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi. Pertumbuhan investasi tersebut diharapkan membuka lapangan kerja baru bagi Masyarakat lokal.


Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa kebijakan penyesuaian anggaran dari Pemerintah Pusat berdampak pada APBD, APBDes, Dana Desa, dan Alokasi Dana Desa. Pemerintah Daerah meminta Pemerintah Desa bersabar sambil tetap menjaga prioritas program yang menyentuh kebutuhan dasar Masyarakat.

Melalui Safari Ramadhan ini, Pemerintah menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, transparan, dan merata, sekaligus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat Desa.


Related Posts: