Kebakaran Gudang Rongsokan di Janapria, Proses Pemadaman Berlangsung Delapan Jam
LOMBOK TENGAH — Kebakaran melanda sebuah gudang barang rongsokan di Desa Pendem, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (15/5/2026) dini hari. Laporan kejadian diterima petugas melalui layanan darurat Call Center 112 pada pukul 00.37 WITA. Dalam laporan tersebut, warga menyampaikan api terus membesar sehingga meminta bantuan pemadaman segera.

Mendapat laporan itu, tim Damkartan Pos Praya langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa personel dan peralatan pemadaman. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 00.55 WITA dan segera melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas ke area sekitar.

Proses pemadaman berlangsung sekitar delapan jam karena luas area yang terbakar serta material rongsokan yang mudah terbakar dan menyimpan panas dalam waktu lama. Untuk mempercepat penanganan, petugas mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Lombok Tengah yang dibantu armada dari Pos Mujur, Mantang, Jonggat, serta bantuan satu unit mobil pemadam dari Kabupaten Lombok Timur. Selama proses pemadaman hingga pendinginan, petugas menghabiskan sekitar 13 tangki air untuk memastikan titik api benar-benar padam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah, H. Supardan, S.Sos., M.Si., mengatakan proses pemadaman membutuhkan waktu cukup panjang karena area kebakaran yang luas serta material gudang berupa barang rongsokan yang mudah terbakar dan tahan menyimpan panas api.

“Tim melaksanakan pemadaman dilanjutkan pendinginan hingga sekitar delapan jam dengan mengerahkan tiga unit mobil tempur Damkartan Lombok Tengah yang dibantu pos Mujur, Mantang, Jonggat, dan Damkar Lombok Timur. Dari proses pemadaman sampai pendinginan, petugas menghabiskan sekitar 13 tangki air,” ujarnya.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Masyarakat diimbau segera melapor melalui layanan 112 atau menghubungi pos Damkar terdekat apabila terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.







